siapa itu yang berdiri di depan pagar?
kenapa dia tidak masuk kemari, seperti kita?
dan warnanya, kenapa tubuhnya kecil dan tidak berwarna sepertiku?
aku tidak mengenalinya.
berdirinya aneh, dua kaki depannya disingkap di depan dada.
mukanya aneh. matanya kecil, mulutnya kecil, dan tidak punya hidung.
aku tidak suka dia mengerjap-ngerjap memandangi kami dari sana.
aku ingin menyuruhnya pergi.
tapi dia bergeming.
dia tidak berdiri seperti kita. rupanya dia juga tidak bicara bahasa kita.
aku tidak menyukainya.
------------------------------------------------------------------------
gajah-gajah ini aneh.
mereka tidak seperti gajah yang dilukiskan Ibu dan guruku di sekolah.
warnanya jingga seperti matahari mau tenggelam.
yang paling kecil itu paling menusuk mataku.
warnanya jingga keterlaluan.
hidungnya juga kepanjangan.
dan sedari tadi mulutnya mengunyah sesuatu yang tidak juga dia telan.
kenapa dia memandariku terus?
ah, aku tidak mau nanti malam mimpi gajah oranye.
aku pulang saja.
kenapa dia tidak masuk kemari, seperti kita?
dan warnanya, kenapa tubuhnya kecil dan tidak berwarna sepertiku?
aku tidak mengenalinya.
berdirinya aneh, dua kaki depannya disingkap di depan dada.
mukanya aneh. matanya kecil, mulutnya kecil, dan tidak punya hidung.
aku tidak suka dia mengerjap-ngerjap memandangi kami dari sana.
aku ingin menyuruhnya pergi.
tapi dia bergeming.
dia tidak berdiri seperti kita. rupanya dia juga tidak bicara bahasa kita.
aku tidak menyukainya.
------------------------------------------------------------------------
gajah-gajah ini aneh.
mereka tidak seperti gajah yang dilukiskan Ibu dan guruku di sekolah.
warnanya jingga seperti matahari mau tenggelam.
yang paling kecil itu paling menusuk mataku.
warnanya jingga keterlaluan.
hidungnya juga kepanjangan.
dan sedari tadi mulutnya mengunyah sesuatu yang tidak juga dia telan.
kenapa dia memandariku terus?
ah, aku tidak mau nanti malam mimpi gajah oranye.
aku pulang saja.
No comments:
Post a Comment