Showing posts with label event. Show all posts
Showing posts with label event. Show all posts

Sunday, October 8, 2017

Antara Bandung, Blok M, dan Manhattan (Part 2: An Unexpected Journey)

Yeay! Akhirnya ketulis juga part 2-nya.

Ngga kerasa sih udah lewat setahun dari awal saya ketemu temen-temen dari kursus IELTS di Bandung. Sehabis tes terakhir, kita udah yang perpisahan heboh kaya ngga akan ketemu lagi di masa mendatang. Duh tapi biasanya perpisahan yang kaya gitu justru yang mengundang pertemuan babak kedua, atau malah mungkin ketiga dst lho. Dan bener aja, sekitar dua minggu setelah kita balik ke kampung dan kantor masing-masing, kami semua berenam belas dapat email darurat dari DIKTI, bunyinya: 'Tawaran Bridging Program di Kansas State University, Amerika Serikat'.

Uwowoww.. apaan nih? Awalnya sih chat-room kami adem-adem aja, gilak aja ngapain jauh-jauh ke Amerika, baru juga ninggal kantor 3 bulan udah mau cabut lagi. Apa kata dunia? (Lebay sih, emang. Lagian ngga ada yang peduli amat kalo saya ada atau ngga ada di kantor. Hihi). Tapi selang 3 atau 4 jam, hiruk pikuk itu terjadi. Itu juga karena saya baru sadar kalo tawaran itu cuma ditujukan buat kami berenam belas. Dan seketika itu jiwa pecicilan saya tergugah, lupa beratnya kerja jarak jauh karena nama negara adi daya itu sungguh mentereng di surat tawaran program itu. Kami semua agaknya merasakan hal yang sama. Meskipun satu orang udah dengan tegas memutuskan untuk ngga join karena tanggalnya mepet dengan jadwal beliau berangkat S3 ke Inggris (orang pertama dari grup kami yang berangkat studi ke luar negeri lhoo, apa kabarmu sekarang Jeung Tikeu, aku rindu ðŸ˜˜) . Menyusul kemudian seorang lagi yang ternyata ngga dapat izin dari atasan untuk pergi jauh-jauh dari kantor lagi. Sedih juga karena bakal pergi dengan formasi yang ngga lengkap. Tapi overall, kami semua excited sangat. Plus nervous juga, karena buat sebagian besar dari kami, ini akan jadi pengalaman pertama kami pergi ke Amerika, dan bukan buat liburan pula. Dan dibayarin pula. Sesuatu banget.

Wednesday, December 14, 2016

And there is where the wind blows!

Woo-hoo!
It is the first time I have been in the continent named after Amerigo Vespucci. I arrived earlier this week through a very long journey that I myself still couldn’t believe I have made it. However, here I am. And now I know what jetlag really means. However, the excitement has put aside all tiredness and anxiety. Moreover, I can’t wait for the snow! Going to the US, to study, is has been my longing dream since I was in high school. It has been so long-awaited that when it does come true, even for this 3-week short course, I still find myself in disbelieve about what is going on right now. This will surely be on the list of unforgettable moments in my life.
First thing, our flight to Kansas was cancelled. I went with an amazing group; there are 14 people in the group, including me. We were so excited for the journey and got a bit depressed when we knew about the cancellation. We thought it was a bad luck. The trip was supposed to be a Jakarta-Tokyo-Chicago-Kansas flight and no one was really sure whether we could arrive to the last destination on time. But what came next was quite miraculous; the Japanese airline had found a way for us to get to Kansas by a different route. It would be Jakarta-Seoul-Atlanta-Kansas. I couldn’t resist the joy of hearing that. Seoul! I am always so excited about South Korea. It is like my second biggest dream to go to South Korea and attend some concerts of my favorite artist there. I could only stay inside Incheon International Airport this time, but that has already made me happy. About the flight – well, we couldn’t make it just as right as the original schedule, but all was fine. We got the chance to stay a while, less than 24 hours, to wait for the flight at Sheraton Hotel – the expenses was all on the Japanese airlines. For me, that was my first 5-star-hotel experience. Bad luck, good luck, no one knows, right? It was almost two days later that we arrived at Atlanta. We need 1 or 2 more hour flight to get to Kansas City. And there was another adventurous thing happened.
Travelling with 13 people is indeed something, I tell you. After getting through the immigration checking in Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, we thought that all was fine until we realized that one of us wasn’t there. We knew that he had gotten a little problem with his I-20; common trouble for an Indonesian who has only a one-word-name. After dealing with the immigration issue, apparently, he took the wrong way to get to our terminal transfer. He couldn’t make it to our flight to Kansas, but he could rejoin us after taking another flight. It took about 2 hours for him to get back to the herd, which we were glad he was OK. Oh, that was nerve-racking, but somehow it is now becoming a fun story to be told.
Starting the course was also a big deal for me. Some of us, including me, were very drowsy when the class started the next day upon our arrival. We were tired, but so excited. I was so touched knowing the tutors’ concern about our condition, but I would also like to let them know that we were and are totally fine and happy.
It has been a week of my staying inside K-State University. The dorm where we stay at is very comfortable. I should say that I have no complain about living here. The food, the room, my roommate, and the weather are totally my style. Even for the courses, with so many tasks to do and materials to learn, it got me even more hyped since I know how beneficial this course will be. Well, there are struggles, for sure. But there is no gain without pain, right? I have intended to join this course as a warming up to pursue my doctoral degree next year. I’d like to think that these three weeks might help me to start the adjustment earlier. I have taken the consequences for deciding to coming to this course, which is like a once in a lifetime experience.  I like to test myself by trying new challenging things. For me, those challenges are like the wind blows that might lift me to fly higher. I do not know how far I can improve myself, but I am pretty sure that now I am on it. I can’t wait to do another crazy adventure J

ini tuh sebenernya tugas disuruh nulis reflective journal buat kelas bahasa Inggris
saya sendiri ngga nyangka bisa nulis sehalaman penuh gini dalam bahasa Londo, (tepuk bahu sendiri)

Friday, September 28, 2012

ngebolang season2 - jember

baru baca lagi postingan ngebolang season 1 - Bromo & Sempu. jadi pingin ke Bromo lagi dah ah. tapi ngga pingin ke Sempu. masih traumatis. hehe.
untuk mengobati kekangenan ke Bromo, izinkanlah saya share cerita ngebolang ke Jember beberapa waktu lalu bersama empat orang teman saya yang lain.
event ini dimotivasi oleh adanya acara nikahan sahabat kami tercinta yaitu mba Dian, tidak lain tidak bukan merupakan sesosok teman yang pernah nampang sekali sebelumnya di sini (sekarang sudah pakai jilbab lho). 

setelah agak dilematis pas mau berangkat karena saya tiba-tiba dilanda radang tenggorokan, akhirnya kami berlima berangkat juga ke kota Jember. kali ini member rombongan adalah Tomo, Uut, Yati, Sri dan saya sendiri. timingnya pas banget sama seminggu setelah acara ngunduh mantunya Anang+Ashanty deh. Alhamdulillah kan, gak barengan. kalo sampe bareng, ga kebayang riweuhnya (join sama JFC jugak pan tuh). 

sosos

di sela-sela perhatian kami menyimak seminar BMKG kemarin, Yati dan saya mencoba memutus kebosanan dengan game ini: SOSOS.

cara mainnya gencil sekali, pemirsa. perhatiin ya, buat yg pengen cobain.

Sunday, January 29, 2012

ngebolang season1

it's time to wrap my trip last week: ngebolang bromo-sempu. timnya terdiri atas 6 biji di bawah ini.
ngebolang squad : tanzil - dini - erwin - nunung - wondersupi - melisa


the plan was so simple. yang berlima (except saya) datang dari Jakarta dan Kalimantan hari sabtu. jalan-jalan bentar keliling kota Malang. malemnya berangkat ke Bromo. paginya udah rapi jali nunggu sunrise di Penanjakan-Bromo. maen bentaran ke lautan pasir. agak siang pulang (numpang makan sama mandi di rumah saya). sorenya ke Sendang Biru. nginep di Sendang Biru. paginya nyeberang ke Sempu Island. tracking cari Segara Anakan di Sempu. maen aer. balik ke Sendang Biru. pulang dengan hati riang dan senang.
in fact, ngga semulus yang saya tuliskan dalam satu paragraf. haha. 
dari perjalanan dua hari dua malem tersebut saya menyadari betapa cupunya saya: saya belum sepenuhnya bisa mengontrol rasa takut terhadap ketinggian + fisik dan mental saya cupu abiss pas kami tracking ke dan dari Segara Anakan. kesimpulannya cuman satu: berat badan cuy. well berat badan doang sih ngga masalah ya, harusnya asal badan sehat segala rintangan bukanlah menjadi hambatan. yang paling penting tuh exercise. kapan dimulai, wondersupi? nanti dulu.. *ninja*
salah satu momen paling mendebarkan muncul ketika pesawat buat empat member kami udah ngga kekejar. mau direschedule, maskapai nya susah bener dihubungi. akhirnya 2 jam lewat dari keberangkatan pesawat yang udah dipesan, kami baru ribut cari tiket balik ke Jakarta via agen dan internet. akhirnya diputuskan untuk stand by di bandara Juanda - Surabaya buat cari tiket murah meriah. taunya dapet buat esok harinya, sore pula. semoga kesabaran dan kesehatan senantiasa Dilimpahkan buat mba Dini, mba Nunung, mba Mel dan mba Tanzil. i love you, girls :*

simak dokumentasi kami berikut ini yaaa..
eh males ah aplod2.. buka fesbuk saya ajah ya. hahaha.

ngebolang berikutnya? i dont think i can make it in this period. i rather sit next to my laptop and TV now -__-
anyway, thanks berat to mba Dini, mba Mel, mba Tanzil, mba Nunung dan mas Erwin atas undangan trip Malang-Bromo-Sempu. such things really change my life. hoho.

Friday, January 20, 2012

left out

saya lahir di kota malang. gede di kota malang. dari TK, SD, SMP, sampe SMA di malang. untungnya kuliah saya jauhan dikit, ke bogor dan kerja bentaran di jakarta setahun merantau, biar kata ke bogor doang empat tahun dan jakarta sebentar, jadi salah satu hal yg paling saya syukuri dalam hidup. ada yang bilang semakin besar ruang yang pernah kita jelajah, makin kaya pula pikiran kita. buat saya, itu kaya sugesti. 

menjelajah.

gini-gini saya suka bertualang loh. biar saya ga bisa bawa kendaraan, saya seneng kalo diajak atau disuruh jalan. dan saya ga takut nyasar. sayangnya saya terlalu pengecut untuk jadi traveller atau pencinta alam. seumur hidup saya ini, saya masih belum hafal kota kelahiran saya sendiri. 
sahabat saya (ss) : "duh duh, ujan2 gini pengen makan2 di sekitaran bareng deh.."
saya (s) : "bareng mana?"
ss : "jiah, bareng malang lah.. jangan bilang kamu gak tahu yaa"
s  : "emang. baru denger malah"
ss : "ah ilaah, cupu bener. orang malang betul bukan sih?"
s  : "errr..."
percakapan semacem itu sering menimpa saya. lokasi-lokasi di sudut kota yang pernah disyut di tipi nasional, banyak banget yang cuma bikin saya cengo. makanan-makanan yang suka diliput di acara kuliner dari kota kelahiran saya, buanyakk banget yang saya baru tahu ya dari liputan itu.

suatu ketika, temen-temen kuliah saya dari jakarta pada pengen main ke malang. ceritanya mereka memanfaatkan long-wiken buat melepas penat kota metoprolitan. agenda yang mereka siapkan: ke bromo-turun dari bromo langsung ke sempu-pulang, saya diajakin sebagai guide. simple. simple tapi kegiatan tersebut akan dilaksanakan pas bulan januari, di kala hujan mengguyur malang dari subuh sampe subuh lagi, hampir tiap hari. bisa ditebak, saya belum pernah ke bromo, juga belom pernah ke sempu. umur saya udah 24 loh. 
di saat-saat kaya gitu, ngga ada hal lain yang saya rasakan kecuali merasa left out. kaya saya udah ketiduran lamaaa banget dan bangun-bangun banyak hal baru di sekitar saya yang ngga saya kenal.
sebagai guide, saya ngga pengen dong mengecewakan tamu-tamu saya. jadilah saya browsing tentang kedua tempat tersebut. di mana hal itu juga saya duga udah dilakukan temen-temen saya sebelum mereka memutuskan untuk pengen pergi ke sana. ingat, saya kan diajakin cuma pas agendanya udah jadi. ini bulan-bulan ujan di mana semua referensi bilang sangat nggak oke untuk pergi ke kedua tempat itu pas lagi ujan-ujan gini.

saya cuman bisa berdoa, semoga pas hari itu tiba, malang cerah. bromo cerah. sempu cerah. semua cerah. sampe kami pulang dg selamat. amin.

well, kalo ngga sekarang, kapan lagi?


Monday, August 2, 2010

TF gathering 2010

hulla..

saya ga tahan ga cerita-cerita soal TF gathering 23-25 juli 2010 kemarin di pancawati, deket rancamaya.. amazing. meskipun harus dibayar mahal dengan sakit seminggu, hehe. yah, worthed lah.
habisnya kita ga nyangka bakal disuruh kemping 3 hari 2 malem, meskipun udah patut dicurigai lantaran diminta bawa senter, jas hujan (belum saya balikin nih, hehe).. berasa big-camp jaman kelas 2 SMP dulu.. menyenangkan sih, mandi jam 4 pagi itu yang ga menyenangkan.. dinginnya menggetarkan jiwa-raga pokoknya.
beside, itu sama sekali bukan penyiksaan. gathering seharga sejuta per kepala itu sukses bikin saya dan banyak peeserta tercengang-cengang karena gimana engga, malam pertama kita didatangkan Andrie Wongso, malam kedua didatangkan Rhenald Kasali, dan sempet dikinjungi sang founder, Sukanto Tanoto sendiri. rasanya berlebihan untuk jadi sekedar ajang kumpul para penerima beasiswa Tanoto foundation (TF). hehe.
sekitar 250 peserta dari 6 universitas tumplek-blek di mari. berdesakan di tenda yg muat 3 orang (kata Agis, FK UI 07, sebenernya bisa muat 5-6 orang, saya pura-pura ga denger aja). my first time slept dg sleeping bag tuh, hehe.

yang lucu adalah waktu menjelang pulang di hari minggu siangnya. ada mas-mas jualan mochi (dikasih label 'mochi khas sukabumi' loo) dan sukses menjual ludes dagangannya dalam jangka waktu ga nyampe sejam. saya dan mbo yum, sahabat saya yg sok cool itu, juga terhasut untuk beli. bahkan jadi pelopor pembeli yang berani nawar, sok pahlawan gitu deh, mentang-mentang tuan rumah. padahal oh padahal! nyampe kosan saya surprise sama isi tuh kotak-kotak bambu yang KATANYA berisi mochi, sama sekali ga kaya mochi  beneran. mochi yang ini cuma segede kelereng dengan isi kacang segede upil. yang lebih parah, baru sehari mochi-mochi itu udah ditumbuhi rambut-rambut halus laksana hifa (kalo ngaco maap ye, hehe). dengan kata lain: KAMI TERTIPU! yg kaya gini bisa-bisa malu-maluin sukabumi lah. padahal yang beli waktu itu ada mahasiswa dari UGM, USU, UNRI, sama UI loo.. yang IPB dan ITB sih, maklum lah, bisa dapet mochi aseli sukabumi dg relatif lebih mudah.. hiks, sukabumi, aye secara ga langsung merasa berdosa.. maafkanlah..

lalu, kemanakah mochi-mochi laknat itu sekarang? punya saya udah saya hibahkan ke tong besar bewarna biru di deket kosan.. tong ini biasa kami sebut tempat sampah.. sayang.. sayang banget, sodara-sodara.. hhh..