Sunday, May 13, 2012

people (should) console people

greetings, everyone. greetings.

lamaaaa sekali ngga sentuh-sentuh blog ini. saya hampir berpikir saya sudah berubah kepribadian sampai-sampai tidak punya hasrat untuk menulis blog, bahkan menulis diary. sebisa mungkin saya kesampingkan anggapan itu, apa pun kerpibadiannya, menulis itu wajib (IMO). menulis apa pun, bahkan yang tidak bermanfaat, paling tidak tidak merugikan siapa pun. hehe.

so.
beberapa menit lalu saya menyalakan YM! dan menemukan status Yahoo seorang kenalan, beliau adalah kakak kelas dari almamater S1 saya di Statistika IPB. saya harus ceritakan sedikit tentang beliau nih.
kakak kelas saya inilah yang mengenalkan dunia market research kepada saya tahun 2010 lalu. bisa dibilang beliau adalah salah satu guru dan teladan saya. selama hampir setengah tahun saya internship di tempat beliaau bekerja, banyaaak sekali hal yang saya pelajari dari beliau. saya juga pernah diajakin nginep di rumahnya loh, sewaktu suaminya harus lembur semalaman di tempatnya bekerja, saya diminta menemani sang istri, ya kakak kelas saya ini. Mba Intan namanya. 
sampai saya memutuskan untuk berhenti magang dan mencoba tantangan baru di tempat yang 'kelihatannya' lebih besar, saya masih tidak bisa memaafkan diri sendiri karena belum sempat menyampaikan salam perpisahan, maaf serta berjuta terima kasih pada mba Intan (dan semua kru di tempat beliau bekerja, termasuk GM, pak Joko) :(

kembali pada momen ketika saya melihat status YM! mba Intan beberapa menit lalu. bunyi statusnya kira-kira: 40 hari suami.
masyaAllah.
jantung saya serasa anjlok ke kaki. Innalillahi wa innailaihi raji'uun..
saya tidak pernah tahu tentang berita duka bahwa suami mba Intan sudah tiada. sebulan yang lalu saya sempat melihat statusnya dari sumber yang sama berbunyi: maafkan suami saya ya. saya tidak menyangka bahwa itu sekaligus kabar duka.
selama saya mengenal mba Intan, tidak pernah luput pancaran cintanya buat sang suami. sejak saya meninggalkan tempat magang, saya hampir tidak pernah bertukar kabar dengan beliau. atau sekadar bertanya kabar. saya merasa sangat sangat awkward. 
hal pertama yang saya pikirkan adalah menyampaikan belasungkawa saya via YM! atau sms. tapi tidak saya lakukan. ini bukan pertama kalinya saya mengalami keadaan seperti ini. saya memang tidak pandai menghibur. tapi ini salah. people (should) console people. 

dengan segenap kuasa saya berdoa semoga mba Intan dan keluarga Diberi kesabaran dan kebaikan tak terbatas, keselamatan di segala urusan terlebih keselamatan bagi suami yang telah berpulang.

1 comment: