salam, wonderful readers :)
saya mau curhaaaaat :((
sore tadi saya bertandang ke rumah salah dosen (bukan buat main nih, tapi buat kepentingan revisi laporan master tesis yang saya cintai), yang pertama kali saya lakukan sejak saya kuliah di institut teknologi ini, rumah beliau nggak jauh-jauh amat sih dari kampus. tinggal crut saja, naik motor. kalo jalan kaki ya crat-crut crat-crut crat-crut gitu deh. makasih ya Yati atas tebengannya.
saya dan Yati ternyata punya prinsip yang hampir sama: kalo bertandang ke rumah orang lain, apalagi rumah guru, ga enak kalo ga bawa seserahan. jadi sebelum kami ke rumah bapak dosen tersebut, kami meluncur ke minimerket terdekat untuk beli buah-buahan, duikit banget sih, agak kurang sip juga gitu dibuat seserahan untuk seorang yang jauh lebih berpengalaman dalam hidup, materi, ilmu, dan lain-lain dan lain-lain, seperti dosen kami itu.
benar saja, ternyata dosen kami mengutarakan ketidaksediaannya menerima seserahan kami. tapi karena tadi itu kali pertama, jadi nggak apa-apa deh. tapi kalau oleh-oleh dari kampung, beliau mau terima loh. seserahan dari minimarket tadi itu beliau sebut 'tidak etis'.
saya masih mencoba mempertahankan keikhlasan saya bahkan sampai saya nulis jurnal ini. sedih juga dibilang begitu.
menyoal laporan master tesis (yang baru sampai penjabaran metode), beliau juga menyampaikan kekecewaannya terhadap saya yang telah kehilangaan ciri khas amamater saya terdahulu. beliau sebut kebaikan dari almamater saya itu yang saya tidak miliki. padahal selama ini saya merasa cukup pede untuk melanjutkan magister, salah satunya ya berbekal 'satu kebaikan' tersebut. ternyata hal yang saya kira saya punyai itu, tidak nampak sama sekali di mata beliau. saya pikir, 'ah beliau ini belum kenal saya aja berarti'. hehe. ngeyel ya saya? tapi saya jadi ragu. jangan-jangan saya yang saya kenal, bukan seperti yang saya kenal. heu.
sore tadi jadi salah momen pembelajaran berharga buat saya.
dan sebelum mengakhiri hari ini, saya jadi teringat lagunya Chris Brown.
...
please don't judge me
so I won't judge you
it'll get ugly
before it gets beautiful
...
so let it be beautiful
...
saya pengen mengecamkan hal-hal di bawah ini, untuk saya sendiri (silakan diadopsi kalau ada yang baik atau dikomen-komen):
jangan sebel sama justifikasi orang terhadap kita yang kita tidak setujui. kalau belum bisa menerima kritik, anggap saja itu catatan. catat baik-baik dalam buku harian. kalau belum terima, abaikan saja dulu. yang penting dicatat. besok-besok dilihat lagi. kalau ada benarnya, paling tidak sudah dingin kepala dan hati kita. sudah bisa menertawai diri sendiri yang begitu labil dan konyol untuk tidak menerima masukan.
prinsip 'perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan' nggak selamanya okesip juga yak.
tidak pernah rugi buat yang menerima dan meresapi kritikan. karena memperbaiki diri sampai liang lahat. sampai liang lahat. sampai liang lahat.
gitu deh.
lain kali, kalo main ke rumah dosen, tanya sama yang udah-udah, pegimana ritualnya kalo mau main ke rumah beliau-beliau. gitu ya kaka.
met bobo :)
No comments:
Post a Comment