Thursday, November 15, 2012

(jangan jadi) manusia tanggung

pernah tidak mendengar suatu kata yang ngga biasa, atau malah asing, berkali-kali dalam waktu yang berdekatan?
saya sering banget. terutama istilah-istilah baru gitu ya. seperti jaman tahun 98-an dulu. pertama kali saya dengar ada yang namanya 'korupsi'. dan beberapa hari setelahnya saya sering (kelewat suering malah) mendengar kata itu di mana-mana. seakan-akan memaksa saya untuk memahami maknanya. 

hari ini saya mengalami kejadian yang serupa tapi tak sama. istilah yang saya baca dan dengar tidak kurang dari tiga kali berturut-turut dalam 24 jam terakhir adalah: munafik.

ini sih bukan istilah baru. dari kelas 3 SD rasanya sudah disuruh menghafal bahwa indikasi orang munafik ada 3. hanya saja.. rasanya baru hari ini saja saya 'memahami' maknanya. terlambat? mungkin iya. tapi semoga tidak. ini tulisan yang saya baca dan seketika menohok saya pagi-pagi tadi:

'Perumpamaan yang menyedihkan
Bayangkan kita tersesat di tengah hutan gelap-gulita. Depan gelap, belakang gelap, kiri-kanan tidak terlihat. Kita sungguh butuh penerangan. Maka bergegas kita menyalakan api unggun. Tapi apa yg terjadi? Semakin nyala api unggun itu, maka semakin gelap mata kita melihat. Semakin dekat kita dengan api unggun itu, maka semakin gulita kita merasakan. Aduh, ini aneh sekali, bagaimana mungkin? Kita lemparkan lagi potongan kayu, membuat api unggun itu menyala-nyala tinggi, tapi tetap saja kita tidak bisa melihat cahayanya. Tarian api yang begitu indah menerangi sekitar, kita sama sekali tidak bisa melihatnya.

Ya Allah, hukuman seperti ini amat menyesakkan. Sungguh menyesakkan. Dan yang lebih menyesakkan lagi, jangan-jangan, kami sudah seperti itu saat ini. Kamilah orang-orang yang tidak bisa melihat lagi cahaya api unggun tersebut, ada dalam kegelapan.


Munafik adalah salah-satu sifat yang paling banyak dibahas dalam kitab suci. Golongan orang-orang yang menyatakan beriman tapi sesungguhnya tidak, menipu. Golongan orang-orang yang saat diserukan: "janganlah beruat kerusakan di muka bumi", mereka menjawab: 'kami orang2 yang justeru berbuat kebaikan", padahal mereka jelas-jelas sedang berbuat kerusakan--mereka saja yang tidak menyadarinya. Golongan orang2 yang saat diserukan: "berimanlah kamu seperti orang lain yang beriman", mereka menjawab: "akan berimankah kami seperti orang2 bodoh itu beriman?", padahal jelas-jelas merekalah orang2 yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu itu. Golongan orang-orang yang suka mengolok-olok--dan mereka menyukai mengolok-olok tesebut. (Al Baqarah 8-14)


Maka bagi golongan ini, Allah akan membalasnya dengan sebuah situasi yang sesungguhnya menyedihkan bagi mereka: Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat (Al Baqarah; 17).Munafik adalah salah-satu sifat yang paling banyak dibahas dalam kitab suci. Agar kita senantiasa belajar, berusaha menjauh darinya. Tidak mengapa saat ini kita terus jatuh, jatuh dan jatuh lagi ke lubang kemunafikan tersebut. Semoga dengan terus belajar, kita selangkah lebih baik.


-- dari  Darwis Tere Liye's facebook status
'

perumpaan yan gmenyedihkan ini buat saya kaya sedang menggambarkan manusia tanggung. manusia abu-abu. tindakan dan ucapan tak selaras dengan yang ada di hati. apa yang tampak tak sama dengan apa yang ada di dalam diri. ngeri ih.
mengakui, mengiyakan, menyadari bahwa diri sungguh alay, labil, banyak salah dan bahkan tipis iman. begitu paling aman. tidak perlu sampai apdet status juga sih.
semoga saya, Anda sekalian, jauh-jauh dari masalah munafik ini dan segera mentas dari manusia tanggung.

selamat Tahun Baru :)

No comments:

Post a Comment