Kuliah empat tahun di Bogor, saya mengenal satu filosofi yang mendarah daging di jurusan saya. Sesuatu mengenai apel dan pengetahuan itu kurang lebih disampaikan kayak gini:
"Saat Anda memberi satu-satunya apel yang Anda miliki, Anda akan kehilangan satu apel. Itulah bedanya dengan saat Anda berbagi pengetahuan, yang Anda dapat setelahnya justru mendapatkan --paling tidak-- pengetahuan itu sendiri, dan satu lagi: ilmu tentang menyampaikan pengetahuan tersebut"
Nah ilmu-menyampaikan-ilmu itu loh yang kayanya ngga semua orang bisa lancar.
Saya bukan pengajar. Saya juga tidak bekerja dengan berbicara di depan orang banyak. Namun ada momen-momen tertentu dalam hidup kita di mana kita harus melakukannya, ya ngga? Hmm.. misalnya untuk anak sulung, paling tidak pernah harus menjelaskan konsep KPK atau FPB buat adeknya yang masih SD. Atau ketika ndampingin bokap belajar make hape Soner. Selalu ada momen di mana kita harus menyampaikan sesuatu yang pernah kita tahu kepada orang lain.
Bagi saya, setiap kali momen itu datang, saya selalu berharap adek ataupun ayah saya bisa memahami apa yang saya sampaikan dan pemahaman mereka memang bener-bener dari apa yang saya sampaikan. Nah lo, bingung ngga? Jongkok dulu aja yuuk.. hueheheu.
Intinya, pas saya berbagi pengetahuan saya dengan orang lain, senantiasa ada kekhawatiran kalo penjelasan saya malah bikin runyam. Beberapa kali terbukti, sampai saya berkeyakinan bahwa 'saya ngga bisa ngajar nih'. Based on this thought, saya pikir kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan hanya dimiliki oleh orang-orang bersertifikat pengajar, guru, atau dosen, dan satu lagi: search engine, hehe.
(pic from juliswartz.com)
Basically, berbagi pengetahuan itu gampang gampang susah. Apa susah susah gampang ya? Hehe.
Bagi saya sih masih susah susah gampang.
Saya merasakan sendiri, kadang apa yang saya ungkapkan tidak persis sama dengan apa yang saya pikirkan. Hal-hal demikian harusnya sih diluruskan. Tapi yang muncul setelah penjelasan-penjelasan tambahan malah kerunyaman-kerunyaman tambahan pula. Kaya waktu saya bikin tulisan ini aja deh. Hzz..
Makanya saya pikir pengajar, guru, dosen atau siapa pun beliau-beliau yang memiliki ilmu-menyampaikan-ilmu adalah orang-orang yang sungguh keren. Orang-orang yang kerjaannya ngurusin humas atau public relation juga sangatlah keren. Mereka (harusnya) punya ilmunya. Ilmu-menyampaikan-ilmu.
"Saat Anda berbagi apel untuk 10 orang, masing-masing akan mendapatkan 1/10 bagian. Saat Anda berbagi pengetahuan untuk 10 orang, masing-masing akan mendapatkan paling tidak satu pengetahuan utuh, tidak akan kurang"
Mari berbagi, berbagi ilmu :)
No comments:
Post a Comment